Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram 39. Dan alangkah bagusnya bila memasuki kebunmu engkau berkata, "Māsyā Allāh, Lā Quwwata Illā billāh" (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah), Dia lah yang melakukan apa yang Dia kehendaki, dan Dia Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله. Golongan yang selamat, Ahlus Sunnah wal Jama’ah beriman kepada qadar yang baik maupun buruk. Iman kepada qadar meliputi iman kepada setiap nash tentang qadar serta tingkatannya. Tidak ada seorang pun yang dapat menolak ketetapan Allah Azza wa Jalla. Iman kepada qadar memiliki empat Allah SWT mengatur seluruh alam semesta beserta isinya. Dia yang berkuasa atas kehidupan dan kematian setiap makhluk sesuai kehendak-Nya. Dialah Sang Pencipta dan Penghancur alam semesta. لْمُمِيتُ. Al Mumit = Yang Maha Mematikan Atas kehendak-Nya terhadap kematian setiap makhluk di bumi, Dia memiliki nama Al Mumit. 2. Jika Allah telah menetapkan sesuatu pada hambanya maka ketetapan tersebut pasti terjadi. 3. Manusia diperintahkan untuk selalu berikhtiar dan bertawakal kepada Allah. 4. Mengajarkan kepada kita agar tidak bersikap sombong dengan kemampuan atau kelebihan yang kita miliki, karena itu semua atas kehendak atau pemberian Allah. 5. Jika kita percaya bahwa Tuhan adalah Imanuel maka seharusnya kita tidak perlu takut di dalam hidup ini karena apapun yang terjadi bagi orang percaya bahkan sehelai rambut pun itu jatuh atas seijin Tuhan dan janji Tuhan berkata bahwa kita tidak akan ditinggalkan dan kemenangan adalah milik orang percaya karena kasih Allah yang begitu besar." Namun di sisi lain, umat Tuhan juga percaya bahwa Allah memiliki kedaulatan untuk mengontrol segala sesuatu.1 Bapa gereja, Augustine dari Hippo, dengan tegas menyatakan tanpa anugrah Tuhan, kehendak bebas manusia tidak dapat berbalik kepada Allah atau pun membuat kemajuan di dalam Tuhan.2 Pendapat ini kemudian ditentang oleh Pelagius, seorang Atas kehendak Allah SWT, semua harta ini diambil kembali sehingga Nabi Ayyub tak memiliki apapun. Selain itu, tubuhnya juga diuji dengan segala macam penyakit, dan yang sehat hanya hati dan lidahnya. Dengan hati dan lidahnya tersebut, Nabi Ayyub selalu berdzikir kepada Allah, dan menghadapi segala cobaan dengan sabar dan tabah. Kita semua akrab dengan ucapan Yesus saat Dia mengajar doa Bapa Kami. Di dalam doa ini, kita akan menemukan Yesus menyampaikan, “…datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6: 10) Kita kadang gak paham betul soal ucapan ini. Tapi berdasarkan ayat ini, mari memaknai ucapan ini secara alkitabiah. Kandungan Menarik Terkait Dengan Surat Al-Qashash Ayat 78. Paragraf di atas merupakan Surat Al-Qashash Ayat 78 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai kandungan menarik dari ayat ini. Didapati pelbagai penafsiran dari banyak ulama berkaitan kandungan surat Al-Qashash ayat 78, antara lain seperti terlampir: 📚 Tafsir Al Menurut Billy Graham: "Mengetahui kehendak Allah adalah hikmat yang tertinggi. Hidup dalam pusat kehendak Allah akan memastikan ketulusan pelayanan kita kepada Allah. Anda akan banyak mengalami banyak kesulitan bila berada di luar kehendak-Nya, tetapi hati Anda akan penuh sejahtera walaupun berkekurangan asalkan Anda ada dalam kehendak Allah. AkH4.