Teknikdalam karate lainnya adalah teknik gerakan pukulan atau disebut dengan istilah zuki. Gerakan ini adalah yang paling penting bagi karatedo. Berikut jenis teknik pukulan yang perlu Anda ketahui. Oi-zuki-chudan (pukulan mengarah ke hulu hati/perut) Agi-zuki (pukulan menggunakan tangan bagian dalam yang juga bentuknya seperit agi-uke)
Dalambidang olahraga tinju terdapat beberapa jenis pukulan, seperti jab, cross, hook, dan uppercuts. Bentuk gerakan pukulan dapat di lihat pada Gambar 2.25 a) Pukulan Jab Pukulan Jab adalah berupa pukulan lurus ke depan, bisa mengarah ke wajah atau badan lawan. b) Pukulan Uppercut
BacaJuga: Pengertian Tenis Meja, Peralatan yang Digunakan, dan Ukuran Lapangan. Sama seperti jenis olahraga yang lain, tenis meja memiliki gerak spesifik pukulan yang harus dilakukan dalam permainan ini. Adapun tiga jenis gerak spesifik pukulan dalam permainan tenis meja. Berikut ini cara melakukan gerak tersebut. Gerak Spesifik Pukulan Backhand.
Gerakanpukulan mengarah ke dada yang dilakukan termasuk dalam jenis gerak dasar nonlokomotor. Oleh karena itu, pilihan yang dianggap tepat adalah pilihan A, NONLOMOKOTOR. Gerakan nonlokomotor adalah gerakan yang dilakukan dengan tidak berpindah tempat, seperti ketika melakukan gerakan memukul dada tetapi dilakukan tanpa berpindah tempat, maka disebut gerakan Nonlokomotor.
Padaprinsipnya segala teknik pukulan yang terdapat dalam pencak silat boleh digunakan untuk menyerang bagian-bagian tubuh lawan yang disahkan untuk diserang dalam upaya memperoleh angka. Serangan melalui tangan dalam bentuk pukulan dapat dilakukan dengan cara: tinju, tebak, totok, bantul, dorong dan sodok. Gerak dasar pencak silat adalah suatu
PukulanPedang Cara melakukan sebagai berikut. a. Posisi awal, berdiri dengan kuda-kuda arah serong. b. Gerakan pukulan dengan sisi telapak tangan, tangan yang lain ditekuk di samping badan dengan jari-jari rapat menghadap ke depan. Berikut adalah gambar dari pukulan pedang:
1Gerakan pukulan mengarah ke-dada disebut jenis gerakan. - 31407923 yuttadikyasa yuttadikyasa 18.08.2020 Sekolah Menengah Atas terjawab 1.Gerakan pukulan mengarah ke-dada disebut jenis gerakan. b.lokomotor c.manipulatif d.non manipulatif 2.Gerakan sapuan yang dilakukan pesilat untuk merobohkan pesilat yang sedang
Sebabumumnya gerakan memukul dengan tangan dilakukan dengan cara dorong, tusuk, cebok dan lainnya secara lurus ke depan sehingga akan mengenai arah sasaran Dada. Jika kita perhatikan, dalam gerak pukulan, dilakukan dengan mendorong lengan tangan lurus ke depan, sehingga akan mengarah pada bagian badan yaitu dada.
Variasigerak manipulatif pukulan lurus/ mendatar Cara melakukannya sebagai berikut. 1) Posisi badan menghadap pelambung. 2) Stik pemukul dipegang dengan kuat dan posisi kaki agak terbuka. 3) Sebelum memukul bola, mintalah pada pelambung agar bola yang datang lurus mengarah ke dada dan tidak terlalu cepat. Supaya menghasilkan Gambar gerakan
BacaJuga : Renang Gaya Dada: Sejarah dan Teknik Dasar. Gerakan menarik adalah gerakan yang dilakukan dengan menarik kedua telapak tangan ke belakang dengan kuat hingga lurus segaris bahu dan posisi siku tinggi. Sementara, gerakan istirahat adalah gerakan yang dilakukan dengan telapak tangan dan kedua siku rapat di bawah dada, lalu kedua tangan
fIa3. Seni bela diri yang populer dan diminati di Indonesia salah satunya adalah karate di mana selain teknik dasar Judo dan teknik kempo, teknik dasar karate adalah yang paling kerap ingin dipelajari oleh banyak orang. Perkembangan karate sendiri terjadi di Ryukyu Islands setelah dibawa melalui Okinawa ke tak ada istilah karate karena seni bela diri ini justru memiliki sebutan Tote atau yang bermakna Tangan China dan setelah masuk ke Jepanglah, kanji Okinawa pun diganti oleh Sensei Gichin Funakoshi ke dalam kanji Jepang menjadi karate. Dalam bela diri apapun, selalu ada teknik gerakan-gerakan dasar seperti halnya teknik dasar taekwondo dan juga teknik jugacara menjadi binaragawanteknik sepak takrawcara memilih sepatu lariKihonUntuk teknik dasar satu ini dalam karate, secara harfiah memiliki makna fondasi dan itu artinya, setiap karatedo perlu menguasai Kihon secara sempurna sebelum pada akhirnya bisa mengenal dan mempelajari Kata serta umumnya, pelatihan untuk teknik Kihon ini diawali dengan mempelajari gerakan menendang dan memukul yang kita kenal dengan tahap sabuk puti serta gerakan bantingan yang ada pada sebuk coklat. Ketika karatedo berada pada tahap dan/atau sabuk hitam, maka hal ini berarti karatedo telah berhasil menguasai seluruh adalah teknik dasar selanjutnya dalam karate di mana secara harfiah adalah bentuk atau pola dan di dalam karate, Kata bukan hanya pelatihan secara fisik biasa ataupun aerobik yang diduga banyak orang. Namun lebih dari itu, ada pelajaran tentang prinsip bertarung yang terkandung di dalam teknik dasar Kata terkandung falsafah-falsafah hidup juga di dalam banyak gerakan Kata dan ada ritme gerakan serta penapasan yang tak sama antara satu dengan lainnya pada setiap Kata. Ada istilah Bunkai di dalam Kata di mana ini adalah sebuah aplikasi yang karatedo bisa gunakan dari gerakan dasar Kata itu tiap Kata, tiap aliran mempunyai gerak dan nama yang berbeda-beda. Ambil contoh, Kata Tekki yang ada pada aliran Shotokan yang lebih dikenal dengan istilah Naihanchi yang ada di aliran Shito Ryu dan inilah yang memengaruhi Bunkai pada setiap aliran juga menjadi tak sama antara satu dan yang tangan adalah makna harfiah dari Kumite ini dan biasanya teknik ini dilakukan khususnya oleh para karatedo yang sudah berada pada tingkat lanjut, seperti sabuk biru atau lebih. Hanya saja, zaman sekarang ada dojo yang sudah menawarkan pengajaran/pelatihan Kumite pada praktisi sabuk kuning atau yang masih pada tingkat hon kumite atau kumite yang diatur adalah yang pertama kali dipelajari oleh para karatedo sebelum melakukan kumite bebas atau jiyu aliran kontak langsung atau yang juga dikenal dengan Kyokushin, karatedo perlu membiasakan melakukan teknik ini ketika berada pada tingkat sabuk biru strip. Para karatedo atau praktisi Kyokushin ini boleh melancarkan pukulan maupun tendangan ke arah lawan saat bertanding sekuat aliran Shotokan yang ada di Jepang, teknik kumite ini hanya bagi karatedo yang sudah berada pada tingkat sabuk hitam. Karatedo dalam hal ini diwajibkan mampu menjaga setiap pukulan agar kawan yang menjadi pasangan berlatih dan bertanding tak aliran Wado-ryu yang menjadi aliran kombinasi dengan teknik yang kita ketahui terdiri dari campuran Jujutsu dan Karate ini, teknik Kumite terdiri dari 2 jenis. Yang pertama adalah persiapan Shiai di mana pelatihannya hanya teknik-teknik yang memang diperbolehkan untuk pertandingan. Kedua adalah Goshinjutsu Kumite di mana di sinilah praktik penggunaan seluruh teknik; itulah mengapa ini juga disebut dengan istilah Kumite untuk bela diri karena jurus Jujutsu seperti kuncian, penyerangan pada titik vital, dan bantingan semuanya termasuk.Baca juga teknik panahan – perlengkapan panahan – teknik dasar pencak silat – teknik kendo – teknik dasar tinjuDachi atau Kuda-kudaDachi adalah teknik gerakan dasar dalam olahraga bela diri karate yang perlu bagi seluruh praktisi pemula untuk menguasainya dengan benar dan sempurna. Kuda-kuda adalah awal yang penting di dalam sebuah bela diri karena dianggap sebagai tumpuan dari seluruh gerakan yang ada sehingga karatedo sebutan untuk praktisi karate untuk mengenal dan mempelajarinya dengan dasar atau kaki yang perlu dibuka selebar bahu, yaitu berat belakang, yaitu berat depan, yaitu berat tengah, yaitu berat tengah namun kaki dirapatkan dalam Kata Unsu, yaitu berat tengah dalam Kata Hangetsu, yaitu berat tengah dalam Kata Sochin, yaitu berat belakang dalam Kata Unsu, yaitu atau PukulanTeknik di dalam karate lainnya adalah gerakan pukulan atau yang kita bisa sebut dengan istilah zuki. Gerakan dasar ini juga merupakan yang paling penting bagi para karatedo untuk menguasainya secara sempurna agar ketika menyerang lawan bisa dilakukan dengan baik. Dan berikut ini adalah jenis teknik pukulan yang perlu diketahui dan mengarah ke ulu hati atau perut, yaitu mengarah ke kepala, yaitu mengarah ke perut namun kaki tak melangkah, yaitu mengarah ke kepala namun kaki tak melangkah, yaitu dan dorongan, yaitu dalam bentuk seperti soto-ude-uke, yaitu dengan menggunakan kedua tangan, yaitu ganda menggunakan kedua tangan, yaitu dengan bentuk seperti uchi-ude-uke, yaitu ke arah samping seperti pada Kata Tekki Shodan, yaitu ke arah perut sambil menggunakan kuda-kuda hachiji-dachi, yaitu menggunakan tangan bagian dalam yang juga bentuknya seperti agi-uke, yaitu yaitu pedang, yaitu pedang, yaitu pedang, yaitu pedang, yaitu menyamping, yaitu palu, yaitu jugateknik dasar wing chunteknik bermain hokiteknik dasar anggarGeri atau TendanganTeknik ini merupakan salah satu teknik vital di mana teknik gerakan tendangan juga digunakan saat menyerang lawan selain dari penggunaan pukulan. Berikut ini adalah jenis-jenis tendangan yang perlu diperhatikan dan bahkan dikuasai dengan baik oleh para karatedo sebagai belakang, yaitu menggunakan kaki bagian samping atau disnap, yaitu menggunakan kaki bagian samping atau disodok, yaitu menggunakan kaki bagian atas, yaitu yang mengarah ke perut maupun kepala dengan arah ke depan, yaitu atau TangkisanTeknik selanjutnya adalah teknik gerakan menangkis. Tangkisan diperlukan juga ketika berhadapan dengan lawan di pertandingan dan dalam gerakan tangkisan, posisi badan perlu menyamping atau paling tidak segaris dengan kuda-kuda. Tujuannya adalah agar ketika tendangan atau pukulan lawan tak mengenai tangkisan kita, serangan itu tak akan bisa mengenai tubuh kita. Berikut ini adalah sejumlah teknik tangkisan untuk dengan bentuk seperti morote-zuki, yaitu menggunakan kedua tangan yang disilang, yaitu menggunakan tangan pedang, yaitu tengah berasal dari bawah ketiak, yaitu tengah berasal dari belakang telinga, yaitu atas, yaitu bawah, yaitu gedan barai.Baca juga strategi bermain catur – cara bermain anggar – teknik dasar parkour – teknik capoeiraTeknik dasar karate perlu menjadi perhatian penting bagi setiap praktisi pemula. Anda pun memiliki pilihan untuk mempelajari karate aliran tradisional atau aliran olahraga. Hanya saja untuk aliran tradisional, karate lebih berfokus pada aspek bela diri yang artinya sangatlah berkaitan dengan praktik aliran olahraga pada karate, fokusnya adalah lebih kepada teknik-teknik untuk pertandingan olahraganya saja. Jika Anda tertarik dengan seni bela diri satu ini, persiapkan diri untuk mengenal dan memraktikkan setiap teknik dasar yang telah diulas di atas. Pelatihan yang dilakukan rutin dan sesuai kebutuhan beserta ketekunan tinggi akan membantu Anda menjadi karatedo hingga sabuk hitam.
Teknik dasar karate yang baik dan benar - Secara gasir besar, teknik karate hanya terdiri dari tiga jenis, yaitu teknik kihon, teknik kata, dan teknik kumite. Selain itu, ada pula teknik dachi, te-waza, ashi waza, zuki, geri, uke dan teknik bantingan. Berikut bentuk-bentuk latihan teknik dasar karate bagi pemula beserta gambarnya. 1. Kihon / Gerakan Dasar Karate Salah satu teknik dasar karate adalah kihon. Kihon secara harfiah berarti dasar atau pondasi. Praktisi karate harus menguasai Kihon dengan baik sebelum mempelajari Kata dan Kumite. Menguasai Kihon dengan baik berarti praktisi Karate telah meletakkan sendi dasar dari teknik Karate dengan baik dan benar. Sehingga dalam suatu prinsip latihan karate dikatakan bahwa "tidak ada Kata dan Kumite tanpa Kihon". Teknik kihon ini terdiri dari teknik berdiri dachi, teknik pukulan tsuki, teknik tangkisan uke, teknik tendangan geri, dan teknik sentakan uchi. 2. Kata / Jurus Selanjutnya teknik dasar dalam karate adalah kata. Menurut Gunawan 200721 kata adalah peragaan jurus yang telah dibakukan. Kata secara harfiah berarti bentuk atau pola. Teknik di dalam kata merupakan penggabungan dari teknik-teknik kihon yang menjadi satu bentuk teknik yang indah dan dinamis. Kata juga merupakan ruhnya Karate, dari kata ini kita dapat membedakan karakter dari masing-masing aliran Karate. Kata mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung dan teknik-teknik rahasia yang dahsyat serta mematikan. Gerakan-gerakan Kata juga banyak mengandung falsafah-falsafah hidup. Hal-hal penting dari kata yang harus dipahami dan diterapkan oleh praktisi Karate yaitu Setiap kata mempunyai jumlah gerakan dan urutan teknik yang tetap. Setiap kata diawali dan diakhiri pada tempat yang sama serta mengikutigaris peragaannya/embusen. Dalam melakukan kata selalu diawali dan diakhiri dengan sikap hormat. Setiap kata mempunyai irama-irama gerak tertentu, sehingga penghayatan dari masing-masing teknik menjadi mutlak, diperlukan. Bentuk teknik yang benar, pengaturan napas, kekuatan dan ketajaman teknik, kelembutan, dan tinggi rendahnya kuda-kuda harus dikuasai benar oleh karateka. Dalam Kata ada yang dinamakan Bunkai. Bunkai adalah aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata. Menurut Soeryadi 20081 dalam melakukan setiap gerakan kata, terdapat gerakan-gerakan kaki yang telah diciptakan sedemikian rupa, sehingga tiap orang yang melakukannya walaupun tanpa seorang lawanpun dalam bentuk yang nyata akan bertindak seolah-olah lawannya datang dari keempat jurusan atau bahkan dari kedelapan jurusan, sehingga tersedia kemungkinan untuk mengubah kedudukan kakinya. Setiap kata memiliki arti, tingkat kesulitan, ritme gerakan dan pernafasan yang berbeda. 3. Kumite / Pertarungan Kumite secara harfiah berarti "pertemuan tangan". Namun umumnya praktisi Karate mengatakan kumite adalah sebagai teknik pertarungan atau perkelahian. Sesuai dengan tingkatannya kumite dibagi menjadi gohon kumite pertarungan lima teknik, kihon ippon kumite pertarungan satu teknik dasar, jiyu ippon kumite peraturan bebas satu teknik dengan perjanjian, dan jiyu kumite peraturangan bebas. Untuk kumite yang dipertandingkan dikenal dengan Shiai Kumite atau Kumite Pertandingan. Ada beberapa peraturan pertandingan Karate yang dikenal antara lain Peraturan pertandingan WKF World Karate Federation, Peraturan pertandingan JKA Japan Karate Association, dan Peraturan pertandingan Kyokushinkai Karate-do menganut sistem kumite full body contact. 4. Dachi / Kuda-kuda Kuda-kuda atau dachi adalah gerakan paling dasar yang diajarkan pertama kali saat belajar karate. Bisa dibilang, kuda–kuda adalah teknik yang paling penting. Karena untuk melakukan suatu pukulan, tendangan atau menangkis, harus diawali dengan gerakan kuda-kuda yang baik dan benar. Shizen-tai Posisi Netral/Alami Posisi berdiri netral atau alami dimana badan tetap rileks atau santai namun tetap waspada. Dalam posisi ini berpotensi melakukan gerak yang tidak direncanakan secara khusus, tetapi dari posisi ini segala bentuk serangan atau pertahanan dapat dengan cepat dilakukan, untuk itu lutut harus rileks dan tetap fleksibel dengan bobot badan seimbang pada kedua kaki. Posisi badan dan kaki berubah dalam berbagai bentuk, tetapi tetap berdasarkan azas kewaspadaan yang rileks atau santai. Berikut ini adalah posisi dalam Shizen-tai Heisoku-dachi posisi siap, tidak resmi Musubi-dachi posisi siap, telapak kaki terbuka Hachiji-dachi posisi kaki terbuka Uchi hachiji-dachi posisi kaki terbuka - terbalik Heiko-dachi posisi sejajar Teiji-dachi huruf "T" Renoji-dachi huruf "L". Zenkutsu-dachi Kuda-kuda Posisi Depan Pastikan ada ruang yang cukup besar antara kaki depan dan kaki belakang. Rendahkan pinggul. Tekuk lutut depan. Pertahankan kaki belakang agar tetap lurus. Pastikan pandangan tetap kedepan baik itu posisi lurus ke depan atau pada posisi hanmi. Posisi Zenkutsu-dachi adalah posisi kuda-kuda yang kuat untuk maju ke depan dan sangat efektif digunakan pada saat maju dengan kekuatan. Ini digunakan untuk menahan serangan yang datang dari arah depan, tetapi posisi ini juga kuat untuk melakukan serangan ke arah atas. Kokutsu-dachi Kuda-kuda Posisi Belakang Jaga pinggul tetap rendah, tekuk lutut kaki belakang dengan benar, dan mengulurkan kaki maju ke depan. Sikap ini kuat ke belakang dan sangat berguna dalam mengeblok. Ini adalah posisi ideal untuk memblokir serangan yang datang dari depan dan kemudian, dengan mengubah ke sikap depan, untuk memberikan balasan langsung. Kiba-dachi Kuda-kuda Posisi Terbuka Lebar Untuk melakukan Kiba-dachi yang benar, tekuk lutut, menjaga tubuh bagian atas tegak lurus ke tanah, dan wajah lurus ke depan. Posisi ini kira-kira menyerupai seperti seorang pria menunggang kuda. Sikap kaki mengangkang kuat di samping dan digunakan ketika menerapkan teknik ke samping. Misalnya, empi-uchi serangan siku dan uraken-uchi serangan belakang-kepalan tangan dibebaskan dari posisi ini. Shiko-dachi Kuda-kuda Posisi Persegi Sikap ini seperti sikap kaki mengangkang kecuali kaki diputar keluar pada sudut 45 derajat dan pinggul lebih rendah. Sebuah garis tegak lurus turun dari pusat lutut akan memukul titik tengah antara kaki. Sanchin-dachi Kuda-kuda Posisi Jam Kaca Kaki kanan adalah ringan di belakang kaki kiri sehingga garis horizontal akan menyentuh bagian belakang tumit kaki kiri dan bagian depan jempol kaki kanan. Kedua lutut harus membungkuk dan berbalik ke dalam. Menjaga tubuh bagian atas tegak lurus ke tanah dan tegang perut bagian bawah. Meskipun posisi kaki relatif sempit, sikap ini membuat dasar yang kuat untuk teknik defensive. Dari sikap ini dapat dengan mudah pindah ke sikap lain dan menuju ke segala arah. Lutut dalam posisi menekuk ke dalam. Hangetsu-dachi Kuda-kuda Separuh Bulan Penggabungan Zenkutsu-dachi dengan Sanchin-dachi. Menempatkan kaki hampir sama seperti dalam sikap depan namun jarak antara kaki hangetsu lebih pendek. Metode memaksa lutut ke dalam, adalah mirip dengan sikap jam-kaca. Sikap ini sangat bermanfaat baik untuk serangan dan pertahanan, tetapi cenderung disukai untuk pertahanan. Neko Ashi-dachi Posisi Kaki Kucing Untuk melakukan teknik kuda-kuda ini, mulai dari sikap kembali dan menarik kaki depan sampai tumit diangkat dan bola kaki ringan menyentuh lantai. Putar lutut kaki yang didepan sedikit ke dalam sehingga paha melindungi pangkal paha. Arahkan kaki belakang ke depan pada sudut 45 derajat dan tekuk lutut. Berat badan harus didukung dengan kaki belakang. Bentuk ini menyesuaikan diri dengan baik untuk gerakan tubuh yang lentur dan lincah. Misalnya, gunakan sikap kucing untuk keluar dari jangkauan serangan lawan dan serangan balik dengan kaki depan. Ini adalah sikap yang sangat elastis. Sikap ini harus memberikan kesan membungkuk dari kucing siap untuk musim semi. Fudo-dachi atau Sochin-dachi Sikap ini juga dikenal sebagai sochin-dachi. Ini adalah kombinasi dari sikap depan dan sikap kaki mengangkang. 5. Te-Waza / Teknik Tangan Adapun teknik tangan dalam olahraga beladiri karate adalah sebagai berikut. Ken tangan tertutup/kepalan Seiken kepalan depan digunakan untuk melakukan pukulan tsuki yang mengenai sasaran/target bagian depan dua ruas jari yaitu ruas jari tengah dan ruas jari telunjuk. Ura-ken kepalan belakang pada ura-ken bentuk tangan tetap seiken. Bagian kepalan tangan yang digunakan melakukan serangan adaalh bagian belakang/punggung kepalan, pada bagian atas buku jari telunjuk dan uku jari tengah. Biasanya digunakan untuk menyerang bagian wajah/badan bagian samping. Kentsui kepalan palu disebut juga shutsui tangan palu atau tettsui palu besi. Bentuk kepalan tangan adalah seiken, gunakan bagian bawah dari kepalan yang mengenai sasaran. Lakukan serangan dengan snap/lecutan/sentakan. Ippon-ken kepalan satu buku jari bentuk kepalan adalah seiken tetapi buku jari telunjuk lebih menonjol kedepan dari jari yang lain, tekan bagian saming dengan ibu jari untuk menguatkan. Digunakan untuk menyerang hidung, bagian bawah hidung dan tulang rusuk. Nakadaka-ken kepalan ruas jari bentuk kepalan seiken, tetapi buku jari tengah menonjol kedepan. Tahan jari tengah yang menonjol itu dengan jari telunjuk dan jari manis, dan tekan dari arah bawah dengan ibu jari. Digunakan untuk menyerang bagian-bagian yang sama dengan ippon-ken. Hira-ken kepalan ruas jari tangan ke depan tekuk semua jari-jari sampai menyentuh telapak tangan. Tekuk jari-jari, hanya ringan kearah bawah. Tekan dengan ibu jari untuk menguatkan atau tahan pada bagian belakang telapak tangan. Kepalan ini lebih banyak di gunakan untuk menyerang bagian bawah hidung atau tulang rusuk. Kaisho tangan terbuka Shuto tangan pisau serangan ini digunakan untuk menyerang lengan atau kaki lawan saat ia menyerang. Hal ini juga efektif digunakan dalam serangan ke pelipis lawan, sisi leher atau tulang rusuknya. Haito tangan bubungan digunakan sisi berlawanan dari tangan dari yang digunakan di shuto. Haishu punggung tangan menggunakan seluruh permukaan punggung tangan untuk memukul di Haishu. Bagian belakang tangan terutama digunakan untuk memblokir. Kumade tangan beruang digunakan untuk menyerangan wajah dengan baik langsung didorong ke depan atau gerakan menyapu ke samping. Nukite tangan tombak ujung jari di nukite digunakan untuk menyerang titik antara mata, ketiak, dan daerah lainnya yang mudah diserang. Washide tangan elang berguna dalam serangan terhadap tenggorokan dan poin penting lainnya. Keito pergelangan tangan kepalan ayam serang lengan pukulan lawan atau ketiak dengan mematuk lengan bawah. Seiryuto tangan rahang sapi untuk memblokir serangan mendorong ke depan dan untuk menyerang wajah lawan dan tulang selangka. Kakuto pergelangan tangan menekuk untuk menyerang lawan yang sedang memukul atau ketiak dengan gerakan mematahkan lengan bawah. Teisho tumit telapak tangan Digunakan untuk menyikat lengan lawan menyerang ke samping atau ke bawah dan juga menyerang dagu lawan. Wan lengan Penggunaan lengan dimaksudkan untuk menangkis menggeser kesamping serangan kaki atau tangan. Nai-wan sisi dalam Gai-wan sisi luar Hai-wan sisi atas Shu-wan sisi bawah Empi/Hiji siku Istilah empi digunakan untuk menggambarkan bagian dari lengan yang digunakan dalam serangan ini, dan juga memukulnya sendiri. Mae Empi-uchi depan Tate Empi-uchi atas Ishiro Empi-uchi belakang Otoshi Empi-uchi bawah Mawashi Empi-uchi berputar 6. Ashi Waza / Teknik Kaki Koshi bola kaki ini bagian dari kaki yang juga dikenal dengan josokutei mengangkat telapak kaki. Untuk memberikan tendangan utuk menghadapi lawan, dada, perut dan pangkal paha. Ren Tobi-geri, Ren-geri, Mawashi-geri dan lain-lain. Sokuto pisau kaki digunakan adalah bagian dari kaki yang digunakan dalam tendangan yang diarahkan ke samping. Sokuto Oase-uka, Ura Yoko-geri Keage, Ushiro-geri Keange, dan lain-lain. Kakato tumit bagian dari kaki yang digunakan dalam tendangan yang diarahkan ke belakang. Yoko-geri Kekomi, Ura Yoko-geri Kekomi, Gyaku Mawashi-geri, dan lain-lain. Haisoku punggung kaki digunakan dalam tendangan ditujukan ke pangkal paha. Ashikubi Kake-uke, Gyaku Mikazuki-geri, Mawashi-geri dan lain-lain. Tsumasaki ujung jari kaki dapat digunakan dalam tendangan yang ditujukan pada pangkal paha atau bagian tengah tubuh. Tsumasaki-geri. Hizagashira lutut Ashi no ura bagian dalam telapak kaki Kaikotsu tulang kering. 7. Zuki / Pukulan Teknik dalam karate lainnya adalah teknik gerakan pukulan atau disebut dengan istilah zuki. Gerakan ini adalah yang paling penting bagi karatedo. Berikut jenis teknik pukulan yang perlu Anda ketahui. Oi-zuki-chudan pukulan mengarah ke hulu hati/perut Agi-zuki pukulan menggunakan tangan bagian dalam yang juga bentuknya seperit agi-uke Choku-zuki pukulan ke arah perut sambi menggunakan kuda-kuda hachiji-dachi Kage-zuki pukulan ke arah samping seperti apda Kata Tekki Shodan Tate-zuki pukulan dengan bentuk seperti uchi-ude-uke Yama-zuki pukulan ganda dengan kedua tangan Morete-hisame-zuki pukulan dengan kedua tangan Ura-zuki pukulan dengan bentuk soto-ude-uke Morete-zuki pukulan dan dorongan Kisame-zuki pukulan nemngarah ke kepala namun kaki tak melangkah Gyaku-zuki pukulan mengarah perut namun kaki tak melangkah Oi-zuki-jodan pukulan mengarah ke kepala. Uraken-uchi pukulan menyamping. 8. Geri / Tendangan Faktor-faktor pokok teknik tendangan dalam karate adalah sebagai berikut. Angkat lutut dari kaki yang akan menendang setinggi mungkin dan sedekat mungkin ke dada. Lutut akan menekuk penuh, kemudian pindahkan berat kaki ke pinggul. Lentingan, tekukan dan pelurusan lutut. Terdapat dua cara menendang 1 menggunakan daya pegas lutut yang dilentingkan sepenuhnya, dan 2 dengan meluruskan kuat-kuat lutut kaki yang ditekuk, menyerupai gerakan menyodok. Daya pegas pinggul dan pergelangan kaki. Di lain pihak, kekuatan kaki itu sendiri tidak cukup. Harus diperkuat dengan tenaga yang dihasilkan oleh pegas dan lutut. Adapun jenis-jenis tendangan dalam karate adalah sebagai berikut Mae geri tendangan depan teknik ini berupa tendangan angkat melenting atau tendangan menyodok lurus dengan sasaran ke arah depan. Usiro geri tendangan belakang. Keage tendangan mengangkat. Kekomi tendangan menyodok. Yoko geri tendangan samping. Mawashi geri tendangan dengan kaki bagian atas. 9. Uke / Tangkisan atau Elakan Teknik elakan atau tangkisan pada bela diri karate dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di samping itu dapat pula dilakukan dengan menggunakan alat atau anggota tubuh yang ada, misalnya tangan atau lengan dan kaki atau tungkai. Pada dasarnya tangkisan harus dilakukan pada saat lawan mulai menyerang. Oleh karena itu, sangat perlu memperkirakan lebih dahulu adanya serangan. Karena terbatasnya tempat yang tersedia, maka elakan/tangkisan yang dikemukakan disini hanyalah tangkisan yang menggunakan lengan atau tangan saja itupun hanya yang pokok-pokok saja. Gedan barai sapuan bagian bawah mempunyai kegunaan ganda yaitu sebagai tangkisan dasar dan sebagai salah satu jenis kesiagaan dalam latihan dasar. Jodan age-uke tangkisan angkat, bagian atas tangkisan dasar yang digunakan untuk melumpuhkan serangan ke bagian atas ulu hati dan kepala. Tangkislah kuat-kuat ke atas dengan bagian luar dari lengan depan. Chudan ude-uke tangkisan lengan, bagian tengah, soto uke tangkisan dari luar Chudon ude-uke, soto-uke adalah tangkisan yang digunakan untuk melumpuhkan serangan pukulan yang datang ke dada dan muka. Belokkan lengan lawan ke samping, tangkis dengan sisi luar dari pergelangan tangan. Morote-uke tangkisan dengan bentuk seperti morote-zuki. Juji-uke tangkisan menggunakan kedua tangan yang disilang. Shuto-uke tangkisan dengan tangan pedang. Uchi-ude-uke tangkisan tengah dari bawah ketiak. Soto-ude-uke tangkisan tengah dari belakang telinga. Agi-ke tangkisan atas. 10. Nage Waza / Bantingan Tidak hanya kuda–kuda, pukulan, tendangan, ataupun tangkisan yang dipelajari dalam karate, tetapi bantingan atau yang juga disebut dengan nage waza. Teknik ini digunakan pada saat lawan berada dekat dengan Anda. Beberapa teknik bantingan antara lain fumi kiri, udewa, tsubamagaeshi, dan unshu geri. *** Keterangan Te = tangan Geri = tendangan Waza = teknik Dachi = kuda-kuda Tsuki = serangan dengan menggunakan kepalan Uchi = lecutan Uke = tangkisan Mae = depan Yoko = samping Tate = atas Ushiro = belaakng Otoshi = bawah Mawashi = berputar Gyaku = arah berlawanan Ren = dilakukan 2 kali Tobi = lompatan. Itulah tadi beberapa gerakan dasar karate inkai, kyokushin. Selanjutnya Anda akan mempelajari materi karate di bawah ini. Baca juga Pengertian Karate beserta sejarah, peraturan dan manfaatnya. Demikianlah artikel tentang 10 teknik dasar karate beserta gambarnya. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terima kasih.
Gerakan pukulan mengarah ke dada yang dilakukan termasuk dalam jenis gerak dasar nonlokomotor. Oleh karena itu, pilihan yang dianggap tepat adalah pilihan A, NONLOMOKOTOR. Gerakan nonlokomotor adalah gerakan yang dilakukan dengan tidak berpindah tempat, seperti ketika melakukan gerakan memukul dada tetapi dilakukan tanpa berpindah tempat, maka disebut gerakan Nonlokomotor. Penjelasan Berikut alasan mengapa pilihan lain dianggap kurang tepat untuk mengisi pernyataan tersebut Pilihan B. Lokomotor, merupakan gerakan yang dilakukan dengan berpindah tempat, contohnya melompat, berlari, dan lain sebagainya. Pilihan C. Manipulatif, merupakan gerakan yang dilakukan dengan melibatkan penguasaan terhadap suatu benda atau objek, contohnya menendang bola, menerima bola, dan lain sebagainya. Pilihan D, Non manipulatif, artinya gerakan yang tidak melibatkan sebuah objek. » Pelajari Lebih Lanjut Materi tentang gerak dasar nonlokomotor, Materi tentang gerak dasar lokomotor, Materi tentang gerak manipulatif, • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • » Detil Jawaban Kelas VIII SMP Mapel Penjaskes Bab Bab 4 - Bela Diri Pencak Silat Kode TingkatkanPrestasimu